Suku Penesak Tanjung Batu Ogan Ilir Indonesia

Penesak (atau sering disebut Meranjat dulunya tinggal di provinsi Sumatera Selatan. Mereka tinggal di desa Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir

Tanjung Batu


Pendahuluan / Sejarah

Penesak (atau sering disebut Meranjat dulunya  tinggal di provinsi Sumatera Selatan. Mereka tinggal di desa Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, serta lima desa di Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim: Tambang Kelekar, Menanti, Tanjung Medang, Pelempang dan Suban Baru. Selain itu, masyarakat Penesak juga tinggal di Desa Meranjat yang terletak di Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin. Suku Penesak dikenal dengan beberapa nama lain diantaranya Meranjat, Tanjung Batu, Payaraman, Burai dan Kelekar. Dialek Penesak merupakan bagian dari bahasa Musi yang juga meliputi bahasa Lematang, Musi, Rawas, Palembang, Pegagan dan Belide.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Orang Penesak lebih suka tinggal di kantong-kantong etnis ketika mereka pindah dari daerah Penesak, misalnya ke daerah Betung Kabupaten Banyuasin. Masyarakat Penesak dikenal sebagai komunitas yang ramah. Ini ditunjukkan dengan gaya bicara mereka yang menarik. Mereka dikenal karena menyapa orang lain secara terbuka, menawarkan penjelasan panjang tentang semua yang mereka ketahui tentang suatu topik dan berusaha membuat orang lain merasa di rumah. Penesak tidak lagi memiliki pemimpin atau kepala adat; pemimpin mereka adalah anggota masyarakat umum. Orang Penesak yang pindah ke luar daerah sering pergi ke Jawa; hanya sedikit yang memilih pindah ke Palembang, ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Mereka yang pergi ke Palembang pindah ke sana untuk sekolah menengah atau perguruan tinggi. Sebaliknya, sebagian besar masyarakat Penesak yang pindah ke Jawa pergi ke sana untuk bekerja, bukan untuk melanjutkan pendidikan. Karena lahan di daerah Penesak tidak terlalu subur, masyarakat menggunakan pertanian tebang dan bakar, berpindah-pindah setiap musim. Hutan alam semakin menipis karena pencarian lahan subur secara terus menerus. Ladang tua dengan cepat ditumbuhi gulma dan sulit digunakan untuk bertani. Penesak cukup berhasil membudidayakan karet, nanas, tebu dan sayuran. Kebiasaan tradisional dipengaruhi oleh Islam. Ini termasuk upacara pernikahan, kelahiran, kematian dan sunat. Salah satu adat istiadat yang paling dipegang teguh adalah upacara pernikahan. Saat akad nikah dibuat, mempelai pria dan keluarganya mengunjungi keluarga mempelai wanita. Pasangan itu kemudian kembali sebagai bagian dari prosesi ke rumah pengantin pria untuk meresmikan rencana pernikahan. Pesta pertunangan diiringi oleh rebana dan musik. Pengantin pria mengenakan jubah putih panjang dan sorban. Upacara pernikahan dibuka dengan bacaan panjang dari Alquran (kitab suci Islam).

Apa Keyakinan Mereka?

Secara formal, masyarakat Penesak beragama Islam meskipun mereka menjalankan banyak kepercayaan spiritisme dalam kehidupan sehari-hari. Orang Penesak menjaga kuburan nenek moyang mereka dan menganggapnya sebagai tempat suci. Setiap desa memiliki kuburan suci yang dikatakan memiliki kekuatan supernatural tersendiri. Mereka percaya bahwa kekuatan spiritual ini dimiliki oleh para leluhur yang dimakamkan di tempat itu dan masih efektif lama setelah leluhur tersebut meninggal. Misalnya, jika pada saat dia masih hidup, seseorang dapat menyebabkan pesawat jatuh, pesawat musuh yang melintasi kuburannya juga akan mengalami kecelakaan. Setiap tahun, penduduk desa mengunjungi dan memelihara kuburan di desa mereka sebagai ritual wajib.

Apa Kebutuhan Mereka?

Kebutuhan yang paling mendesak adalah bantuan dalam penerapan teknologi pertanian tepat guna untuk mengatasi masalah rendahnya kesuburan tanah di daerah mereka. Masyarakat Penesak juga membutuhkan pembangunan lokal karena mereka tinggal di daerah terpencil. Pendidikan yang lebih baik dan kesempatan kerja dapat membantu Penesak menjadi lebih mandiri. Pelatihan yang lebih baik, staf medis dan peralatan dibutuhkan untuk meningkatkan perawatan kesehatan di daerah mereka.