Teknik Sambung Pucuk Pada Mangga Agar Mendapat Kualitas Terbaik

 Sambung pucuk merupakan cara perkembangbikan vegetatif buatan pada tanaman dengan menyambung salah satu bagian tanaman ke pohon lain sehingga membentuk tanaman tunggal. Batang utama harus berasal dari tanaman yang memiliki akar kuat serta tahan terhadap hama patogen. Sedangkan batang atas yang merupakan sambungan diambil dari pohon yang sudah diketahui kualitas buahnya.Teknik ini bisa dilakukan pada tanaman yang memiliki kambium seperti mangga, srikaya, rambutan maupun alpukat.



Proses


Sebelum melakukan teknik sambung pucuk siapkan dulu tanaman mangga yang akan menjadi batang utama. Sebaiknya bibit utama masih berada di polybag agar bisa ditempatkan di tempat yg teduh. Proses sambung pucuk bisa dilakukan saat usia bibit utama 5-8minggu tergantung besarnya dimeter batang. Untuk batang atas selain memilih pohon dengan kualitas buah yang bagus, besarnya diameter batang juga berpengaruh terhadap keberhasilan teknik ini.


Alat-Alat dan Bahan
1. Pisau grafting ( kalau tidak ada bisa memakai cutter yang masih baru dan tajam)
2. Grafting tape (bisa memakai plastik es lilin)
3. Batang bawah dan batang atas(entres)

Langkah-Langkah
1. Pilih tanaman mangga yang sehat untuk dijadikan batang bawah biasanya umur 5 minggu sudah cukup kuat. Tentukan titik yang akan di potong disesuaikan dengan diameter batang atas (entres) agar penyambungan berlangsung cepat dan baik. Potong batang pada titik yang telah ditentukan menggunakan pisau atau cutter yang tajam. Perlu diperhatikan dalam proses pemotongan harus dilakukan sekali untuk menghindari rusaknya kambium yang memicu gagalnya penyambungan. Setelah dipotong iris bagian tengah batang sepanjang 2-3 cm




2. Untuk tanaman yang dijadikan batang atas (entres) pilihlah tanaman mangga kualitas terbaik (manis dan buahnya banyak) yang ujungnya sudah cukup umur dan daun sudah berkembang sempurna. Rompeslah semua daun dengan menyisakan tangkai daun sepanjang 10 mm. Lalu iris miring bagian kiri dan kanan pada pangkal entres membentuk huruv V.


3. Masuk dan sisipkan entres pada belahan batang bawah dengan hati-hati. Tidak boleh digeser apalagi diulang-ulang agar kambium tidak rusak. Setelah terpasang pas ikat sambungan menggunakan grafting tape (plastik es lilin juga bisa). Yang harus diperhatikan dalam pengikatan sambungan tidak boleh terlalu kencang ataupun longgar. Setelah selesai pengikatan sisa plastik pengikat bisa dibalutkan sampai ke batang entres agar kelembabannya terjaga. Namun jika grafting tape tidak cukup mengikat sampai ujung entres bisa menggunakan plastik es lilin sebagai cungkup


4. Letakkan bibit di tempat teduh tanpa terkena sinar matahari langsung agar kelembaban terjaga. Siram dan pupuk bibit mangga secara teratur. Cara pemberian pupuk dengan melarutkan 1 sdt pupuk NPK 25-7-7 dalam 2 ltr air. Lalu disiramkan ke dalam polybag sebanyak 100 ml setiap minggu.


5. Setelah proses pengikatan dan pencungkupan tunggu kira-kira 3-4 minggu. Atau sampai muncul tunas baru pada ujung entres. Setelah muncul tunas baru buka cungkup maupun ikatan pada entres sisakan ikatan pada sambungan. Jika bibit tanaman sudah membesar dan muncul lekukan-lekukan (kalus) pada sambungan itu artinya sambungan sudah menyatu. Langkah terakhir lepas ikatan agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit mangga yang dihasilkan dari teknik sambung pucuk.


Waktu yang dibutuhkan dari penyambungan hingga menyatunya 2 batang sekitar 8-10 minggu. Setelah kalus tumbuh di titik penyambungan maka bibit telah siap ditanam di lahan yang diinginkan maupun di dalam pot sebagai tambulampot.



Demikian proses teknik sambung pucuk pada pohon mangga. Semoga thread ini bermanfaat buat gan sist yang ingin menjadi petani mangga ataupun sekedar memiliki pohon mangga yang cepat berbuah. Terimakasih telah bersedia membaca